Untuk Guru dan Orang Tua, Yuk Pahami 4 Metode Mengajar Anak SD Yang Tepat

Metode Mengajar Anak SD

Memiliki anak dalam usia emas seperti masa-masa sekolah dasar memang sangat menyenangkan sekaligus juga menyulitkan. Menyenangkan dapat melihat mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Akan tetapi juga sulit ketika di satu sisi mereka kesulitan belajar.

Masa-masa SD saat usia antara 7-12 tahun merupakan masa di mana seorang anak masih dalam masa bermain. Meski perlu diperkenalkan secara gamblang tentang sekolah, belajar, dan tanggung jawab dengan kehidupan mereka sendiri. Karena nantinya mereka harus bisa disiplin untuk dapat hidup dengan baik ketika sudah mulai dewasa.

Di masa-masa ini biasanya anak akan lebih banyak bermain bersama teman-teman, malas mengikuti pelajaran, juga bersekolah. Mereka lebih senang melakukan kegiatan yang menghibur daripada belajar yang dianggap susah. Nah itu untuk itu para guru dan orang tua perlu tahu nih bagaimana caranya mengajar dengan tepat agar tidak timbul konflik. Beberapa tipsnya akan kami bagikan di artikel berikut.

Metode Mengajar Anak SD Yang Tepat dan Efisien

Diskusi bersama dengan teman

Belajar bersama-sama tentu lebih menyenangkan daripada belajar sendiri. Di sekolah mungkin guru dapat dengan mudah membentuk kelompok belajar karena antar siswa pasti berinteraksi satu dengan yang lainnya. Selain itu guru juga dapat memberikan tugas berkelompok sehingga mereka dapat menyelesaikan tugasnya bersama dengan tim.

Jika Anda sebagai orang tua dirumah mungkin dapat mengajak anak untuk diskusi bersama dengan teman-temannya atau belajar kelompok dirumah. Metode ini seringkali digunakan dan cukup efektif untuk mengajarkan anak SD.

Praktek langsung

Praktek adalah kunci untuk mendapakan pemahaman yang baik. Sepertinya hal ini dapat dibuktikan kebenarannya. Seringkali anak-anak kesulitan memahami pembelajaran karena guru sebagai mediator kadan menyampaikan materi dengan sangat monoton dan terlalu banyak teori yang membosankan.

Untuk itulah praktek langsung dapat membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran. Karena dengan mengalaminya langsung, ingatan mereka jauh lebih baik. Misalnya saat pelajaran tentang tumbuhan, Anda bisa langsung membawanya ke tempat terbuka yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan untuk belajar dari sumbernya. Jadi mereka akan mengetahui wujud, rupa, bentuk dengan langsung praktek dan melihat tidak hanya teori.

Media interaktif dan audio visual

Hal ini dapat digunakan untuk menyampaikan presentasi materi kepada siswa. Anak SD cenderung bosan dengan materi yang tidak menarik. Maka dari itu bagaimana caranya untuk membuatnya menjadi semenarik mungkin. Salah satunya adalah dengan memberikan gambaran audio visual.

Misalnya jika belajar tentang pembalakan hutan, belajar tentang fauna dan flora, maka Anda dapat menyisipkan video dan narasi audio tentang hal tersebut. Tentunya ini akan lebih menarik. Banyak studi menunjukkan bahwa anak-anak lebih mudah memahami materi secara visual daripada teks.

Belajar sambil bermain

Seperti yang suah dijelaskan sebelumnya bahwa masa-masa SD adalah masa bermain. Akan lebih mudah mengajarkan sesuatu kepada anak-anak jika Anda juga menerapkan metode belajar sambil bermain. Mereka biasanya dengan senang hati akan melakukan hal ini.

Misalnya saja Anda ingin mengajarkan penjumlahan, perkalian pada pelajaran matematika untuk anak SD kelas 1 maka dapat melakukannya dengan membuat beberapa games tebak menebak hasil penjumlahan, atau yang lainnya. Belajar sambil bermain dan bergerak juga sangat disukai oleh anak-anak.

Ada selingan

Jangan lupa kalau selingan itu juga penting untuk meningkatkan konsentrasi si anak. Kalau Anda memberikan jeda setelah mereka memahami pelajaran sulit, maka mereka akan kembali bersemangat ketika memulai pelajaran baru. Anda bisa mengajak mereka bermain diantara selingan tersebut.